google97aff6e24d867f25.html
top of page

Belajar Berhitung dengan Sentuhan Kearifan Lokal

Writer: Sdn 1 Paciran
Sdn 1 Paciran
Jul 28
2 min read

Updated: Jul 30

Suara tawa dan semangat belajar terdengar dari ruang kelas 1A SDN 1 Paciran. Di atas meja belajar, bukan hanya buku dan pensil yang menarik perhatian, tetapi juga kulit-kulit kerang yang tersusun rapi. Benda yang akrab dijumpai di pesisir ini menjadi media belajar yang membawa pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal bilangan 1 hingga 20.


Dalam pembelajaran Matematika, Bu Firly mengajak siswa belajar menghitung melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT), yaitu pembelajaran yang mengaitkan materi dengan budaya dan lingkungan sekitar peserta didik. Mengingat SDN 1 Paciran berada di kawasan pesisir, kulit kerang dipilih sebagai media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.

Kegiatan dimulai ketika Bu Firly menunjukkan kartu angka kepada seluruh siswa. Dengan penuh antusias, mereka mengambil kulit kerang dan menyusunnya sesuai dengan angka yang tertera pada kartu. Satu demi satu kerang dihitung dengan teliti. Bagi sebagian siswa, kegiatan ini menjadi tantangan yang menyenangkan sekaligus membantu mereka memahami konsep bilangan secara lebih nyata.


Selama proses pembelajaran berlangsung, Bu Firly aktif berkeliling mendampingi setiap anak. Dengan penuh kesabaran, beliau memberikan arahan kepada siswa yang masih memerlukan bantuan dalam mengenali angka maupun menghitung jumlah kerang. Pendampingan dilakukan secara personal sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhannya.


Suasana kelas pun terasa hidup. Anak-anak tampak gembira ketika berhasil mencocokkan jumlah kerang dengan angka yang ditunjukkan. Sesekali terdengar percakapan kecil dan senyum bangga saat mereka berhasil menyelesaikan tugas. Pembelajaran berlangsung dalam suasana yang hangat, interaktif, dan penuh semangat.

Lebih dari sekadar belajar berhitung, kegiatan ini juga memperkenalkan siswa pada kekayaan lingkungan tempat mereka tumbuh. Kulit kerang yang selama ini akrab mereka lihat di pesisir pantai kini menjadi bagian dari proses belajar. Dari pengalaman sederhana tersebut, anak-anak belajar bahwa benda-benda di sekitar dapat menjadi sumber pengetahuan yang bernilai.


Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa pembelajaran akan terasa lebih bermakna ketika dikaitkan dengan pengalaman nyata peserta didik. Melalui media yang dekat dengan kehidupan mereka, konsep-konsep Matematika menjadi lebih mudah dipahami, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap potensi dan kearifan lokal daerahnya sendiri.


Di SDN 1 Paciran, setiap pelajaran adalah kesempatan untuk bertumbuh dalam ilmu, karakter, dan akhlak. [arul]


Dokumentasi Bu Firly, Pak Sanul

Info Pendaftaran Siswa Baru:

Bu Firly – 0812-3489-4032

Bu Nita – 0812-5960-3784


SDN 1 Paciran: Sekolah ramah anak tempat belajar, bertumbuh, dan berprestasi.

Comments


bottom of page